Kebiasaan Literasi di Era Pandemi: Berawal dari Mendengarkan Podcast

3
65
Berawal dari Mendengarkan Podcast

Ada satu kegiatan tidak populer yang saya gemari: nyetrika. Salah satu me-time saya ya nyetrika ini. Ketika nyetrika, saya biasa nyambi mendengarkan Youtube (iya mendengarkan, bukan menonton). Ketika pandemi ini, saya mulai sering eksplorasi beberapa aplikasi yang bersifat entertain untuk menjaga good mood, salah satunya Spotify. Di Spotify, saya mencari beberapa akun podcast untuk didengarkan. Sehingga, beberapa waktu belakangan, teman nyetrika saya beralih dari Youtube ke Spotify. Ada akun podcast yang sedang menarik hati untuk didengarkan.

Akun podcast ini membahas tentang review buku. Berbagai judul buku dari genre fiksi dan non fiksi dibahas di sini. Durasinya relatif singkat, sekitar 15-30 menit. Dalam sekali waktu menyetrika bisa memakan waktu sampai 3 jam dan saya bisa dapat informasi tentang beberapa buku seselesainya nyetrika. Menyenangkan banget kan? Review sedikit tentang akun ini, ulasan buku yang disampaikan dengan cara monolog tidak membosankan sama sekali. Mungkin karena gaya bicara host yang santai, suasana yang terbangun juga asik. Mendengarkan akun-akun podcast tentang review buku sepertinya akan menjadi kebiasaan baru bagi saya. 

Membiasakan Membaca Buku Kembali.

Setelah mendengarkan beberapa episode review buku, saya menjadi tergugah. Hasrat membaca buku bangkit kembali. Kapan ya terakhir kali saya disiplin membaca buku? Sudah lama sekali saya tidak tuntas membaca buku. Pelan-pelan, saya coba mengumpulkan kembali buku-buku yang dibeli tapi belum dibaca dan buku-buku yang dibaca tapi belum rampung. Wah, banyak juga ya..ahahaha. Masih dengan pelan-pelan, saya membangun kebiasaan membaca buku (lagi). 

Sebisa mungkin, dalam sehari disempatkan untuk membaca 1 halaman buku. Tidak hanya membaca, saya biasakan juga mencatat hal-hal penting yang saya peroleh dalam proses membaca. Harapannya, setiap selesai membaca buku, saya bisa mengikat pengalaman membaca saya dalam sebuah jurnal atau ulasan buku. 

Tantangannya, terlebih dulu saya harus memastikan jadwal di rumah sudah rapi. Untuk itu, saya perlu berhemat waktu luang. Jika biasanya, waktu luang saya manfaatkan untuk berselancar di media sosial, kali ini dibatasi. Maksimal 2 jam dalam sehari. Ada fitur yang bisa membantu kita membatasi konsumsi waktu di media sosial. 

Tidak ingin sendiri, saya mengajak serta teman-teman di komunitas untuk membiasakan membaca. Saya tergabung dalam suatu komunitas beranggotakan ibu-ibu. Dalam memperingati Hari Aksara Internasional dan juga demi meningkatkan budaya membaca (termasuk untuk diri sendiri), saya merencanakan sebuah Tantangan Membaca Buku Tipis. Tantangan ini direncanakan berlangsung selama 1 (satu) bulan. Untuk ibu-ibu, membiasakan membaca mungkin bukan hal yang mudah, tetapi bukan berarti tidak mungkin. Berawal dari buku tipis, semoga ke depannya kami bisa membiasakan, menularkan, dan melanggengkan budaya membaca. 

Dengan menuliskan rencana saya seperti ini saja sudah terbayang kegembiraannya! Semoga Allah mudahkan.

3 KOMENTAR

    • Buku Kutu. Ada lagi yang sejenis kayak Coming Home with Leila Chudori, ada juga Kepo Buku (cuma ini bahasannya agak luas, ga cuma ulasan buku). Yang udah pernah didenger sih itu. Ada lagi yg lain tp belum sempet denger, jadi blm bisa rekomen. Yang 3 tadi bagus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here