Cara Membuat Puisi dari Pringadi Abdi Surya

7
133
Puisi Pemuda
- Article top ad -

Pekan ini luar biasa! Tugas wajib pekanan di Komunitas ODOP kali ini adalah menuliskan sebuah puisi pemuda atau puisi bertema pemuda dalam rangka merayakan Hari Sumpah Pemuda di bulan Oktober ini. Membuat puisi, bagi saya, tidak mudah. Pun memahami puisi bikinan orang lain. Memang minim ilmu tentang puisi. Tapi alhamdulillah, Komunitas ODOP memfasilitasi dengan materi cara membuat puisi oleh Pringadi Abdi Surya. Hasil belajar malam ini, saya coba tuliskan lagi di sini.

Sebelum Cara Membuat Puisi, Apa Itu Puisi?

Dalam materinya, Kak Pringadi menyampaikan puisi muncul dari ketidakmampuan bahasa dalam mendeskripsikan perasaan yang bergejolak. Karena keterbatasan itulah lahir puisi yang kuat ikatannya dengan metafora. Hal ini berarti, puisi lahir dari sebuah kesan yang tidak biasa kemudian digambarkan dengan deksripsi yang efisien dan efektif.

Gunakan Metafora

Kata kunci dalam membuat puisi adalah metafora. Kesan yang tidak biasa tadi digambarkan dengan metafora yang mewakili perasaan. Tapi, jangan gunakan metafora abstrak sehingga susah dibayangkan oleh pembaca. Misalnya kata baik, senang, bahagia, dan lain sebagainya.

Perlu diingat juga, gunakan metafora yang tidak klise. Klise berarti metafora atau kiasan itu sudah sering digunakan sehingga menimbulkan kesan yang membosankan bagi pembaca.

Penulis Harus Sensitif

Sensitif ini perihal yang harus sering diasah. Kak Pringadi mengatakan, salah satu caranya mengasah sensitivitas ini adalah dengan berjalan-jalan. Dengan berjalan-jalan, ia membuka indera terhadap hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Berbekal kepekaan ini, catat hal-hal yang menimbulkan kesan atas peristiwa yang ingin digambarkan. Buatlah puisi yang mengaktifkan indera ketika membayangkannya.

Gunakan Rima

Rima dapat menambah pendalaman makna dan memperkuat bentuk dari puisi. Tidak mesti di ujung baris, rima dapat juga diletakkan di tengah-tengah.

Setelah menyimak materi dari Kak Pringadi, saya mencoba membuat puisi. Tadinya berharap dikritisi oleh kak Pringadi, tapi takdirnya belum bertemu harapan. Semoga puisi ala kadarnya ini dapat dinikmati.

Sekarung Harapan

Derapmu hari itu bersama melangkah
dengan kaki-kaki dan kepalan amarah yang merekah
Lantang kautantang mereka yang bersumpah
Bagi telinga lain, gusarmu adalah berkas sampah

Kabar bicara, hatimu ditulisi
Kabar bicara, kalimatmu dikoreksi
Kabar bicara, ekor matamu diikuti
Kabar bicara, kepalmu dibekali

Dalam buram berita
Bolehkah aku menitip asa?
Kepadamu yang meniti masa
Kutangkupkan semesta doa

Pada-Nya bisik-bisik berkumpul
Menggembung lalu mengepul
Malam ini akan kularungkan
Sekarung harapan

Bekasi, 27 Oktober 2020

- Article bottom ad -

7 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here