Categories
Review

HSI Abdullah Roy: Sebuah Testimoni

Apa yang terlintas di benak kamu ketika membaca judul di atas? No clue? HSI Abdullah Roy ini lumayan marak diikuti pria dan wanita yang ingin belajar agama islam dari dasar dan menyeluruh. Ayo kita kenalan lebih jauh dengan HSI Abdullah Roy!

Apa itu HSI Abdullah Roy?

Kepanjangan dari HSI adalah Halaqah Silsilah Ilmiyah. Program HSI ini adalah program belajar online tentang akidah islam atau tentang tauhid. Belajar HSI ini dibimbing langsung oleh Ustadz Dr. Abdullah Roy, M.A yang merupakan pengajar di Masjid Nabawi Madinah dan juga seorang dosen di STDI Imam Syafii Jember. 

Materi Belajar

Setiap hari dari Senin hingga Jumat akan diberikan materi oleh Ustadz Abdullah Roy dalam bentuk audio berdurasi sekitar 5-10 menit. Materi biasanya diberikan pada pagi hari sekitar pukul 05.30-06.00 WIB. 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, inti dari belajar HSI ini adalah tentang tauhid yang menjadi inti dari Islam. Materi yang diberikan terangkum dalam silabus yang holistik, diantaranya:

  1. Pengagungan terhadap ilmu.
  2. Belajar Tauhid
  3. Mengenal Allah 
  4. Mengenal Rasulullah 
  5. Mengenal Agama Islam
  6. Beriman kepada Hari Akhir
  7. Beriman kepada Malaikat
  8. Beriman kepada Kitab-Kitab
  9. Beriman kepada Para Rasul
  10. Beriman kepada Takdir
  11. Sirah Nabawiyah
  12. Belajar Kitab-Kitab Akidah

Materi tentang pengagungan terhadap ilmu adalah materi awalan tentang adab menuntut ilmu sebagai bekal proses belajar penuntut ilmu.

Ragam Ujian HSI Abdullah Roy

Ada 3 (tiga) jenis ujian yang diselenggarakan oleh HSI Abdullah Roy: ujian harian, ujian pekanan, dan ujian akhir. Semua ujian dilakukan via web atau aplikasi. 

Ujian harian dilakukan setiap hari (kecuali Sabtu dan Ahad). Pada hari yang sama materi diberikan, akan dibuka sesi ujian harian sejak pukul 16.00 WIB hingga ditutup pukul 14.00 WIB keesokan harinya (ketentuan terbaru, ujian ditutup pukul 23.00 WIB H+1 materi diberikan). Terdapat 2 soal pilihan ganda yang diujikan. Waktu menjawab ujian berdurasi 3 menit. 

Ujian pekanan dilakukan setiap pekan dengan sejak Sabtu pukul 16.00 WIB hingga Senin pukul 16.000 WIB. Ada 8 soal pilihan ganda yang diujikan berdasarkan materi yang sudah diberikan selama sepekan (5 materi terakhir yang diberikan sejak Senin hingga Jumat). 

Ujian akhir biasanya dilakukan setelah diberikan 25 materi selama 5 pekan. Sebelum dibuka periode ujian akhir, biasanya peserta diberikan beberapa jeda waktu untuk mengulang kembali materi yang sudah diberikan (murojaah). Ada 30 soal pilihan ganda yang diujikan. 

Tadinya, peserta yang nilai akhirnya kurang dari 50 atau berstatus Rasib dan Ghayib akan dikeluarkan dan tidak dapat mengikuti pelajaran selanjutnya. Namun kini ada penyesuaian ketentuan yang tidak serta merta mengeluarkan peserta. Peserta dengan nilai yang tidak mencukupi bisa mengulang kembali materi awal sesuai level pembelajarannya.

Testimoni sebagai peserta HSI Abdullah Roy

Saya bergabung dan belajar di HSI Abdullah Roy sejak 2018 pertengahan. Saya memulai belajar HSI berbekal semangat menggebu belajar tentang Islam. Lalu setelah mendapat materi Pengagungan Terhadap Ilmu, saya serasa tertampar. Menuntut ilmu tidak hanya perlu semangat, tetapi juga perlu bersabar. Sejak itu, saya belajar lebih bersabar dalam menuntut ilmu dan rajin murojaah. 

Ilmu yang ada di HSI ini, menurut saya, adalah ilmu basic yang perlu dimiliki setiap muslim. Saya kira tidak berlebihan jika saya nyatakan belajar HSI ini adalah proses belajar sepanjang hayat.

Tips Belajar HSI

Proses belajar saya di HSI cukup ajlug-ajlugan. Pernah suatu saat setelah ujian akhir nilai saya tergolong Rasib atau kurang dari 50. Bukan karena saya sering mangkir dari ujian harian dan pekanan, melainkan karena saya gagal mengikuti ujian akhir karena kendala teknis. Alhamdulillah, dengan kebijaksaan tim HSI, akhirnya saya mendapatkan keringanan dan bisa mengerjakan ujian susulan.

Karenanya, saya ingin berbagi pengalaman saya sekian tahun belajar di HSI agar kamu yang baca tips ini bisa menyiapkan diri dan lebih nyaman dalam proses belajarnya.

Luruskan Niat

Niat yang pertama dan utama. Niat bisa menjadi bahan bakar kamu saat jenuh dan malas melanda. Tanpa niat yang kuat, perjalanan belajar ini sesungguhnya tidak semudah itu. Kondisi kita tidak selalu lapang dan nyaman. Pada kondisi tidak nyaman, menuntut ilmu terasa seperti ribet dan memakan waktu. Proses belajar terasa menjadi beban yang membuat sesak. Lupa akan niat awal, kenapa kita memutuskan belajar di HSI.

Dan sebaik-baik niat adalah menuntut ilmu ikhlas karena Allah.

Luangkan Waktu untuk Mencatat Materi

Materi yang diberikan tidak terlalu panjang. Kamu hanya membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit untuk mencatat materi, tergantung pada kecepatan mencatat kamu. Kamu bisa mencatat di Ms Word, Google Doc, buku tulis, atau apapun yang paling nyaman buat kamu. Tapi ingat, catatan materi sebaiknya disimpan dengan rapi untuk memudahkan membukanya saat dibutuhkan.

Mencatat materi sebaiknya secara lengkap, bukan rangkuman sesuai dengan yang dipahami. Karena bisa jadi pemahaman kita keliru. Setelah mengikuti Kelas Muamalah Dasar POMM ETA, saya jadi belajar pentingnya mencatat dengan lengkap dan tuntas.

Buat yang Sibuk, Gunakan Jurus Menghemat Waktu

Saya tidak sibuk, tapi saya sering menggunakan strategi ini. Saya biasanya meluangkan waktu mencatat materi saat telah masuk waktu ujian harian (sejak pukul 16.00 WIB). Selesai mencatat materi, saya langsung mengerjakan ujian harian (tanpa menyontek ya). Karena baru saja dicatat, saya masih mengingat sebagian besar materinya dan ini sangat memudahkan saya dalam mengerjakan ujian. Pada sekali duduk, mencatat materi dan ujian harian selesai dikerjakan.

Buat Sistem Pengingat

Katanya, kalau suatu kegiatan dilakukan 30 hari berturut-turut akan membentuk kebiasaan dan bisa auto-pilot. Entah kenapa saya masih saja sering lupa mengerjakan ujian harian (tentunya sepaket dengan mencatat materi). Padahal, saya sudah memasang alarm setiap pukul 05.00 WIB yang bertuliskan keterangan: evaluasi harian HSI.

Karena sistem alarm tidak berhasil, saya mempunyai sistem yang cukup efektif, yaitu Teman Pengingat. Saya mempunyai teman yang juga ikut belajar HSI. Kami saling mengingatkan untuk mengerjakan ujian harian hampir setiap hari. Bagaimana kalau tidak ada teman yang ikut di HSI? Ajak teman bergabung di HSI! Kan termasuk menunjukkan orang kepada jalan kebaikan. Sudah diajak, tapi ga ada yang mau. Kamu bisa menjalin pertemanan baru dengan teman-teman satu grup HSI. Jadi nambah teman!

Jangan Ragu Hubungi Admin Grup

Untuk permasalahan teknis, jangan ragu untuk menghubungi admin grup. Seperti contoh kasus saya di atas yang hampir tidak bisa melanjutkan kelas (saat itu ketentuan drop out untuk nilai di bawah 50 masih berlaku), admin grup banyak membantu sebagai perantara saya dengan tim HSI lainnya. Untuk case teknis yang perlu dibantu, keberadaan bukti menjadi penting (berupa screen shot dan lainnya).

Cerita lainnya, saya juga pernah mendapatkan nilai akhir 53 kalau tidak salah ingat. Lagi-lagi penyebab utamanya karena saya terlewat tidak mengerjakan ujian akhir. Apa sebabnya? Karena saya salah jadwal. Saya kira ujian akhir tutup di hari Senin, ternyata tutup di hari Ahad. Wkwkwkwk.

Admin grup saat itu menawarkan untuk mengajukan keringanan jika saya ada udzur sehingga tidak bisa mengerjakan ujian akhir. Faktanya, saya tidak ada udzur, hanya lalai. Dan saya meyakini itu kesalahan saya dan tidak perlu mengajukan keringanan. Yang paling penting, saya masih bisa tetap belajar di kelas HSI.

Konsisten Belajar dan Amalkan

Saya sering takjub bagaimana Allah mudahkan saya menempuh proses belajar hingga saat ini. Saya yang susah konsisten ternyata dengan izin Allah bisa bertahan sekian tahun belajar di HSI dan semoga seterusnya. Selalu minta pertolongan kepada Allah, minta ilmu yang bermanfaat. Atas ilmu yang didapat, amalkan. Semoga Allah rahmati kita dengan ilmu.

Diperbarui tanggal 16 Juni 2022

3 replies on “HSI Abdullah Roy: Sebuah Testimoni”

Enggak mba. Belajarnya dengerin dari materi audio ustadz via grup wa. Ikutan mba, insya Allah manfaat dunia akhirat. Tapi bukanya setahun 2x

Leave a Reply

Your email address will not be published.