Tips Menyapih Anak

2
99
- Article top ad -

Bunda masih punya anak yang sedang menyusui? Sudah mulai khawatir sulit menyapih ananda pada saatnya nanti? Saya punya pengalaman menyapih si sulung selama 7 hari. Selama itu juga si sulung nangis histeris sebelum tidur. Saya juga kelelahan dan kurang tidur selama 7 hari. Belum lagi pada masa penyapihan sulung terkena Roseola (sejenis campak). Tidak mau mengulangi kerumitan penyapihan yang telah terjadi pada si sulung, untuk anak kedua saya bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama pada anak pertama. Karenanya, saya ingin sharing tips penyapihan anak yang saya terima dari sebuah webinar parenting nabawiyyah. 

Kenapa Menyapih?

Sebagai strong why, Bunda terlebih dahulu perlu menanyakan kepada diri sendiri kenapa Bunda menyapih ananda? Karena alasan medis, air susu menjadi tidak bagus untuk anak usia di atas 2 tahun? Atau karena hal lain. 

Sebaik-baik alasan adalah karena Allah perintahkan, maka kita patuh. Perihal ada konsekuensi positif terkait penyapihan, itu adalah bonus. Karena tujuan hidup adalah ibadah, maka apa-apa yang Allah perintahkan, kita laksanakan. 

Kapan Menyapih?

Sebagai muslim, saya membiasakan diri untuk pertama-tama merujuk Alquran. 

Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh,yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya, dan seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kalian ingin anak kalian disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagi kalian apabila kalian memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kalian kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan.

(QS. AL-Baqarah:233)

Berdasarkan ayat di atas, Allah menyebutkan 2 (dua) opsi penyapihan: menyempurnakan 2 tahun atau sebelum 2 tahun. Karenanya, kita perlu bersungguh-sungguh menyiapkan proses penyapihan anak agar sempurna menyusui selama 2 tahun. Tahun dalam hijriyah atau masehi? Yang saya tahu, kebanyakan hukum yang ditentukan dalam islam, hitungan tahun menggunakan kalender Hijriyah. 

Tips Menyapih 1: Kabarkan pada Anak tentang Proses Menyapih

Kita libatkan anak dalam proses kerjasama ini. Kabarkan pada anak tentang kenapa ia harus berhenti menyusu pada usia 2 tahun kelak. Proses menyapih ini adalah salah satu bentuk ketaatan kepada Allah. Dengan begitu, kita juga mengajarkan anak dari sejak dini untuk taat kepada Allah. 

Tips Menyapih 2: Buat Jadwal Makan ketika Masuk MPASI

Untuk memulai menyapih, kita bisa mulai dari 6 bulan sebelumnya, misalnya. Kita buatkan jadwal makan pada waktu-waktu tertentu. Jika mendekati jadwal makan, hindari susui anak. Biarkan dia lapar kemudian makan. 

Komposisi ASI dan makan dapat disesuaikan seiring waktu berjalan. Pada awal MPASI, komposisi ASI bisa lebih banyak dibandingkan makan lalu berkurang seiring waktu mendekati 2 tahun. Jika dilakukan dengan konsisten, niscaya Bunda dapat terhindar dari payudara bengkak saat anak benar-benar berhenti menyusu. 

Tips Menyapih 3: Kurangi Menyusui

Iringi pembuatan jadwal makan anak dengan mengurangi menyusui. Misal, Bunda hanya susui ananda ketika ingin tidur siang atau tidur malam saja. Sehingga, ketika ananda merengek minta menyusu, Bunda bisa mengalihkan dengan memberikannya air putih. Strategi ini sebaiknya juga dikomunikasikan sebelumnya kepada ananda agar ananda tidak merasa ditolak. 

Tips Menyapih 4: Konsisten

Menyapih memang tidak mudah. Karenanya, kita mohon bantuan Allah agar dikuatkan untuk konsisten. Tanpa konsistensi, segala tips yang disebutkan tidak efektif dan bahkan bisa sia-sia. Ketika semangat mengendur atau perasaan tidak tega itu muncul, ingat-ingat kembali strong why kita: kenapa menyapih?

Dengan menjalankan segala yang direncanakan dengan konsisten, ananda akan melihat Bunda sebagai sosok yang teguh hati. Dengan begitu, semoga pada masa mendatang hal ini mampu menjadikan ananda sebagai anak yang penurut kepada orangtua. 

Bagaimana Bunda, sudah siap menyapih ananda? Saya doakan semoga Allah berikan kekuatan dan kesabaran kepada Bunda hingga bisa melewati proses penyapihan dengan sangat baik. Terima kasih sudah membaca tips menyapih anak. Semoga bermanfaat ya Bunda 🙂

- Article bottom ad -

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here