Surat Terbuka untuk Seo Dal Mi (Drama Korea Start Up)

5
229

Bunda ada yang mengikuti drama Korea berjudul Start Up? Belakangan lumayan rame animo yang nonton Start Up ini karena digadang-gadang ceritanya bagus dan tidak menye-menye. Saya termasuk yang jarang nonton kdrama, setelah dikomporin seorang teman, akhirnya mencoba menonton. Ya not bad lah. Karena masih berjalan (terakhir episode 8), saya ga akan tulis review kdrama ini. Saya hanya ingin menulis surat terbuka untuk Seo Dal Mi, sang tokoh utama, wanita yang menjadi rebutan dua tokoh pria lainnya. Dilemesin aja ya Bund. 

Tentang Drama Korea Start Up

Sebelum ke surat terbuka, mungkin ada Bunda pembaca yang belum tau apa itu drama korea Start Up, saya coba ringkas sedikit ya. 

Drama ini berkisah tentang sekelompok anak muda yang sedang mendirikan sebuah perusahaan rintisan (start up). Diwadahi oleh Sand Box, perusahaan pemodal yang memberikan perhatian besar pada perusahaan rintisan, terbentuklah 5 orang dalam satu tim di perusahaan Samsan Tech. 

Selain kisah bagaimana anak-anak muda yang bersemangat mendirikan dan memajukan perusahaan rintisan, drama ini (tentu saja) dilengkapi dengan kisah percintaan yang cukup unik. Seorang wanita bernama Seo Dal Mi (CEO Samsan Tech) mempunyai sahabat pena pada 15 tahun silam. Sahabat pena ini diklaim juga sebagai cinta pertamanya. Sosok sahabat pena ini begitu sempurna di mata Seo Dal Mi sehingga menjadi indikator ideal seorang pasangan hidupnya. Tanpa ia tahu, sosok itu tidak sepenuhnya sesuai dengan yang dibayangkan oleh Seo Dal Mi. 

Kisah perjuangan anak muda dengan bumbu percintaan ini tidak lewah dan cukup asik untuk dinikmati. Saking asiknya, saya jadi terbawa emosi dengan kisah cinta mereka. Atas alasan tersebut, saya putuskan untuk menulis surat terbuka ini.

Surat Terbuka untuk Seo Dal Mi

Hai Dal Mi, saya Indah, salah satu penonton Start Up dari Indonesia. Di sini penayangan Start Up masih berjalan sampai episode 8. Sebenarnya saya ingin menunggu hingga tuntas, tapi ada yang ingin saya sampaikan sebagai pendukung Han Ji-Pyeong. 

Han Ji-Pyeong ini perlu bantuan. Dia suka kamu tapi dia terlalu gengsi mengungkapkannya. Ya mungkin awalnya dia ga sadar kalau dia suka kamu. Yang dia pikirkan, kebohongan masa lalu harus disempurnakan demi mengabulkan permintaan Nenekmu yang sudah jauh-jauh datang ke kantornya. Inget kan waktu kamu pengen terlihat sempurna di depan Kakakmu? Nenek kamu dan Pak Han pontang-panting nyari sosok asli Do San yang alhamdulillah mudah banget ketemunya, ga perlu menghabiskan banyak episode. 

Pak Han ini perfeksionis, dia buatlah Do San seperti karakter orang yang nulis surat kepadamu. Tapi sebenarnya, peran Do San ini cuma modal nama yang dipinjam, selebihnya yang berhubungan sama kamu lewat surat, yang kamu curhati selama ini, yang kamu klaim sebagai cinta pertama adalah Pak Han.

Saya lihat di sneak peak episode selanjutnya, kamu kayaknya udah bakalan tau siapa yang nulis surat sebenarnya. Jadi tolong, pertimbangkanlah Pak Han ini. Walaupun badannya ga sebagus Do San, bedaknya agak tebal sedikit, dan pemerah bibirnya terlalu menyala, tetapi dia rela berkorban loh buat kamu. Ya kamu tau lah ya seberapa keras ia menyetting kondisi ideal sosok Do San untuk kamu. Selain itu, dia menghormati Nenekmu selayaknya keluarga sendiri. Coba deh kapan-kapan tanya sama Nenekmu, misal disuruh memilih, Nenek lebih suka siapa untuk mendampingimu: Pak Han atau Do San. Saya kok menduga Nenek akan lebih welcome menerima Pak Han sebagai anggota keluarga.

Dibandingkan Do San, Pak Han terlihat lebih matang. Dia mampu memotivasi dirinya sendiri (apalagi memotivasi kamu..tarakdungces!). Terbukti, karirnya sukses di usia muda dengan segudang pengalaman. Bukan untuk meremehkan Do San, tapi kamu lihat dia kayak bocah ga sih? Yang sering naik-turun semangatnya. Seringnya, semangatnya dipengaruhi sama kondisi di luar dari dirinya sendiri: kamu misalnya. Setelah kamu bilang kamu suka tangannya, lalu kegirangan berlebihan. Nanti ada masalah, turun semangat lagi. Kamu akan sering maintain semangatnya agar tetap on the track. Di awal mungkin menantang, dalam jangka waktu yang lama, kamu bisa kelelahan. 

Tapi Dal Mi, semua pertimbangan di atas hanyalah permintaan saya sebagai pendukung Pak Han yang begitu gemas dengan gengsi yang dipertahankan oleh Pak Han. Cinta seringnya tidak bisa dikalkulasi. Hanya dalam ketenangan, kamu bisa menemukan jawaban. Semoga kamu bisa lebih dewasa menghadapi kondisi ini. Tentu kamu tidak perlu terlalu terpaku dengan cinta, ada hal yang lebih genting untuk diselesaikan: memajukan Samsan Tech. Semoga semangat ini tidak berakhir di tahun ke-3 setelah semua pembuktian dihadapkan di depan Kakakmu. Samsan Tech juga perlu hidup lebih lama dari sekadar pembuktian kompetensi. Semoga cita-cita, cinta dan keluarga tetap dalam harmonisasi yang menyenangkan. 

Terima kasih sudah membaca surat ini. 

Bekasi, 12 November 2020

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here