Meraup Untung dari Cendol, Dessert Terbaik Dunia

0
139
Meraup Untung dari Cendol
- Article top ad -

Pandemi membuat anak-anak sekolah menjalani kegiatan belajar dari rumah dengan metode dalam jaringan (daring) atau biasa dikenal dengan online. Kondisi ini tidak memungkinkan dijalani oleh seluruh siswa karena keterbatasan perangkat. Jika pun perangkat memadai, biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli paket data setiap bulannya dinilai cukup memberatkan para orang tua. Pada sebuah artikel berjudul “Emak-Emak Menjerit Beli Paket Data Internet” yang dilansir dari radarnonstop.co, diceritakan seorang Emak beranak dua harus mengeluarkan uang sejumlah 200 ribu dalam seminggu untuk membeli paket data agar sang anak dapat mengikuti kegiatan belajar dari rumah. Adanya pengeluaran tambahan ini perlu disikapi dengan pemasukan tambahan. Salah satu alternatif pemasukan tambahan yang dapat Bunda coba adalah berjualan minuman es cendol. Sebuah usaha tidak hanya untuk menutupi kebocoran anggaran bulanan, tetapi juga meraup untung dari cendol.

Cendol adalah Dessert Terbaik Dunia

Kenapa cendol? Diberitakan oleh kompas.com, pada 2018 CNN Internasional menyebutkan cendol sebagai makanan penutup (dessert) terbaik di dunia. Tidak dapat dipungkiri, hanya dengan melihat tampilannya saja pada sebuah gelas yang disajikan dengan santan, gula aren, dan es batu sudah dapat menerbitkan air liur. 

Cendol adalah salah satu ragam minuman khas Indonesia. Cendol berbahan baku tepung beras, sagu aren, dan hunkwe. Pada umumnya, cendol berwarna hijau yang berasal dari perasan daun pandan atau daun suji atau keduanya. Sering disamakan dengan dawet, cendol sedikit berbeda dari bahan baku pembuatannya (jenis tepung). 

Berawal dari Jawa Barat, Indonesia, cendol menyebar ke Singapura, Malaysia, hingga Thailand. Karena begitu populer dengan kenikmatan rasanya, cendol didapuk sebagai dessert terbaik dunia versi CNN Internasional.

Cendol Tahan Banting selama Pandemi

Seperti yang kita tahu, pada masa pandemi ini beberapa usaha mikro dan kecil terpaksa harus gulung tikar karena penjualan menurun drastis. Kondisi ini dirasakan betul oleh para pedagang makanan dan minuman. Masyarakat lebih memilih memasak sendiri makanan mereka karena dinilai lebih terjamin kebersihannya. Tapi kondisi berbeda dengan usaha cendol. 

Cendol terbukti tahan banting selama pandemi. Dilansir dari covesia.com, seorang pedagang cendol musiman di bulan Ramadan bernama Zainimar mengaku bahwa pandemi tidak memengaruhi hasil penjualan cendolnya. Ia mengaku menjual cendol kepada pelanggan sebesar Rp.3000 per bungkus atau Rp.2.000 per bungkus jika dijual kepada pedagang di pasar. Dalam sebulan, ia dapat meraup omset berkisar antara 500 ribu rupiah hingga 1 juta rupiah. 

Kreativitas menjadi Nilai Tambah

Agar dapat bersaing dengan kompetitor yang ada, Bunda bisa membuat positioning sendiri untuk produk cendol Bunda. Dengan sedikit perubahan pada bahan penyajian, cendol dapat merambah pangsa pasar yang lebih luas. Misalnya, cendol disajikan dengan susu alih-alih santan. Cendol dengan susu ini dinilai lebih sehat karena minim kolesterol. Produk ini akan menarik minat orang-orang yang mengurangi konsumsi santan.

Selain dari mengganti santan dengan susu, cendol bisa juga dikreasikan dengan menambahkan topping kekinian sehingga menarik para potensial pelanggan dari kalangan milenial. Tidak lupa juga, kemasan cendol disesuaikan agar lebih menyerupai minuman kekinian. 

Bosan dengan cendol yang disajikan sebagai minuman, Bunda dapat mencoba juga mengolah cendol menjadi sebuah cake: cake cendol. Terdapat beberapa versi dan kreasi cake cendol dari beberapa recipe developer, salah satunya adalah resep cake cendol dari chef Yongki Gunawan. Cake cendol ala chef Yongki Gunawan terdiri dari beberapa lapisan. Dari lapisan paling bawah berturut-turut adalah sponge cake vanila, sponge cake pandan, puding busa dan lapisan atas adalah puding bening yang berisi cendol dan potongan nangka. Menarik bukan?

Bunda bisa kreasikan cendol dengan penyajian, kemasan, bahkan bentuk yang berbeda bukan sekadar minuman. Pastikan Bunda telah memiliki pangsa pasar potensial yang akan disasar, telah berhitung dengan cermat modal yang dibutuhkan dan telah mempertimbangkan operasional penjualannya. Selamat meraup untung dari cendol!

- Article bottom ad -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here