Emak-emak Melek Literasi Keuangan bersama Fortune Indonesia

25
113
- Article top ad -

Emak-emak Melek Literasi Keuangan bersama Fortune Indonesia – Baru-baru ini saya terhenyak dengan berita digrebeknya kantor pinjaman online (pinjol) ilegal di kawasan Tangerang. Saya teringat kembali kisah seorang teman SMA yang terpaksa harus keluar dari grup whatsapp karena aplikasi whatsapp-nya di-hack oleh salah satu oknum pinjol. Sebelum meninggalkan grup, ia berpesan agar semua teman yang menyimpan nomornya agar berhati-hati jika menerima pesan yang dianggap mencurigakan dari nomornya.

Cerita serupa disampaikan oleh seorang teman lainnya. Ia ikut serta dalam trading yang salah satu sumber dananya berasal dari pinjol. Dari trading ia tidak mendapat untung. Dari pinjol, ia dibebani bunga yang tidak sedikit. Hari-hari dilaluinya cukup kelam. Telepon dari pinjol harus ia abaikan karena membuat stres. Keluarga sudah angkat tangan. Alhasil, ia harus susah payah gali lubang tutup lubang mencari pinjaman tanpa bunga dari teman dan kenalannya.

Perempuan Rentan Terjebak Pinjaman Online (Pinjol)

Sebagai ibu rumah tangga, kejadian-kejadian tersebut menjadi wake up call bagi saya untuk lebih apik dalam mengelola keuangan rumah tangga.

Seperti dilansir oleh Fortune Indonesia, Dosen Sosiologi Universitas Gadjah Mada, Wahyu Kustiningsih, mengatakan bahwa perempuan rentan terjerat pinjol.

Melek literasi keuangan

Hal ini disebabkan setidaknya karena 3 hal: desakan ekonomi, kurangnya dukungan masyarakat, dan rendahnya literasi keuangan. Kelompok masyarakat dengan literasi keuangan rendah kerap kali menjadi sasaran penipuan.

Untuk mencegah hal tersebut, perempuan terutama emak-emak (ibu rumah tangga) perlu untuk terus mengedukasi diri sendiri tentang bagaimana cara mengelola keuangan.

Ibu Rumah Tangga sebagai Manajer Keuangan

Saya dan suami memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing di berbagai hal, salah satunya terkait keuangan. Sebagai Ibu Rumah Tangga, saya memegang peranan sebagai manajer keuangan rumah tangga sedangkan suami sebagai direktur keuangan rumah tangga (di samping tugas pencari nafkah). Saya bertugas merencanakan dan mengelola keuangan yang ada. Suami bertugas sebagai pemutus rencana-rencana strategis keuangan.

Sebagai manajer keuangan, saya menuntut diri saya untuk selalu belajar mengelola keuangan dengan lebih baik lagi demi tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Saya setidaknya memiliki 4 alasan kenapa perlu mengelola keuangan dengan baik:

Melek literasi keuangan

Menjaga Cashfow Selalu Positif

Salah satu concern keuangan bagi keluarga kami adalah tetap menjaga cashflow atau arus kas tetap positif. Dengan begitu, kami tidak perlu berhutang untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk menjaga arus keluar-masuk uang tetap positif, ada beberapa hal yang kami perhatikan:

Membedakan kebutuhan dan keinginan.

Penting bagi saya untuk bisa membedakan yang mana kebutuhan dan keinginan. Sebelum membeli barang, saya akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada diri sendiri sebelum akhirnya memutuskan membeli barang tersebut atau tidak.

Buat prioritas pengeluaran.

Saya terbiasa mengurutkan rencana pengeluaran dalam satu periode tertentu, misalnya dalam satu bulan. Urutan rencana pengeluaran disusun berdasarkan prioritas pengeluaran. Kebutuhan dulu, baru kemudian keinginan.

Buat anggaran atau pos pengeluaran rutin.

Setelah membuat prioritas pengeluaran, saya membuat anggaran untuk pengeluaran rutin. Saya masih menggunakan cara klasik dengan mengelompokkan uang cash di amplop sesuai kategori pengeluarannya. Menariknya, cara ini terbukti menjaga arus kas kami lebih stabil.

Mengantisipasi Masalah Keuangan di Tengah Jalan

Dengan merencanakan keuangan, saya berharap dapat mengantisipasi masalah keuangan yang mungkin akan muncul secara tiba-tiba dengan menganggarkan sejumlah dana tertentu. Para perencana keuangan menyebutnya sebagai dana darurat. Keberadaan dana darurat dipercaya dapat menjaga stabilitas keuangan dalam rumah tangga.

Merencanakan Sedekah Jariyah

Yang juga tidak kalah penting dari urusan dunia adalah merencanakan juga masa depan akhirat. Sebagai muslim, saya percaya setiap orang yang meninggal akan tidak membawa apa-apa kecuali 3 hal yang salah satunya adalah sedekah jariyah. Apa itu sedekah jariyah? Sedekah jariyah adalah sedekah yang berkelanjutan. Karena pentingnya sedekah, kami perlu merencanakannya dengan baik agar tidak dikeluarkan dari sisa-sisa anggaran yang ada.

Merencanakan Keuangan untuk Masa Depan

Seiring bertambahnya usia, kebutuhan akan semakin meningkat. Saya yakin setiap keluarga juga memiliki tujuan finansial masing-masing, begitu juga keluarga kami. Di antara tujuan finansial di masa depan ada rencana pendidikan anak-anak, kepemilikan rumah, kepemilikan kendaraan, dan menunaikan ibadah haji serta umroh.

Sayangnya, saya belum mengetahui lebih banyak terkait instrumen finansial yang ada dan kecocokannya dengan profil keluarga kami. Perlu lebih banyak belajar untuk lebih melek literasi keuangan.

Melek Literasi Keuangan bersama Fortune Indonesia

Sebelumnya, apa sih literasi keuangan itu? Seperti yang didefinisikan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan dalam rangka mencapai kesejahteraan. Sederhananya, literasi keuangan adalah tentang bagaimana cara kita mengelola uang dan mengambil keputusan terhadapnya.

Saya pribadi merasa belum sepenuhnya melek literasi keuangan. Ditambah lagi, dengan perkembangan teknologi, penggabungan isu finansial dan teknologi terus ada pembaruan. Hal ini menuntut saya untuk terus belajar dan memperbaharui pengetahuan saya akan literasi keuangan. Namun, padatnya rutinitas harian sering menghambat saya untuk belajar.

Sampai suatu waktu saya menemukan situs Fortune Indonesia sebagai salah satu sumber informasi ekonomi dan keuangan yang terpercaya. Saya bisa menyempatkan diri untuk belajar tentang literasi keuangan melalui website tersebut.

Sebenarnya, saya sudah cukup lama mengenal Fortune Indonesia. Sewaktu saya masih bekerja di sebuah bank, kira-kira 10 tahun yang lalu, saya pernah berlangganan majalah Fortune. Saat itu, saya memilih Fortune sebagai media rujukan untuk memperluas pengetahuan saya di bidang ekonomi dan keuangan.

Saya cukup tertarik saat tahu Fortune Indonesia juga bisa diakses dalam laman daring. Seperti pada masa lampau, saya masih memercayakan Fortune Indonesia sebagai sumber informasi untuk menambah pengetahuan dalam hal keuangan.

Review Website Fortune Indonesia

Setelah beberapa lama menggunakan website Fortune Indonesia, saya mau berbagi kesan saya terhadap tampilan dan isi website tersebut.

Tampilan website

Saya suka tampilan website Fortune Indonesia. Warna background putih memberi kesan yang bersih. Judul FORTUNE menggunakan font yang tidak terlalu besar dengan menyisipkan kata INDONESIA di bagian bawahnya dengan font berwarna merah yang relatif kecil memberikan ruang pada tampilan sehingga terlihat luas dan tidak sesak.

Variasi font dan warna font yang digunakan pada judul dan isi artikel cenderung tidak banyak variasi. Saya menghitung ada 3 warna yang digunakan: hitam, putih, dan merah. Hal ini yang membuat saya nyaman menatap halaman website Fortune Indonesia berlama-lama.

Melek literasi keuangan

Kecepatan Website

Saya tidak terlalu suka dengan website yang berat dan cenderung lama saat diakses. Tapi website Fortune Indonesia cukup andal dalam kecepatan. Saya mengakses laman Fortune Indonesia menggunakan handphone dan 2-3 detik kemudian tampilan website sudah seluruhnya terbuka.

Saya coba juga mengakses laman tersebut menggunakan laptop dan 8-10 detik kemudian tampilan website terbuka sepenuhnya.

Navigasi Website

Berdasarkan tampilan website via desktop, saat baru terbuka, halaman website langsung menunjukkan rangkaian berita utama (highlight) yang bisa digeser (sliding) untuk melihatnya.

Di atas berita highlight tersebut terdapat beberapa tab menu yang mengelompokkan berita sesuai dengan kategorinya masing-masing. Pada bagian kanan atas ada kolom pencarian (search) yang memungkinkan kita mencari berita atau artikel dengan mengetikkan kata kunci (keyword) tertentu.

Masih pada halaman tersebut, di bagian bawah berita highlight ada kumpulan berita terkini (sekitar 1-2 hari terakhir) dari berbagai kategori. Di bagian bawah berita terkini, terdapat beragam berita yang mengelompok berdasarkan kategorinya. Beberapa berita terlihat berulang karena sudah tampil di berita terkini tapi juga terlihat pada kelompok berita berdasarkan kategorinya.

Melek literasi keuangan

Pada bagian paling bawah, terdapat informasi terkait identitas website Fortune Indonesia yang terdiri dari About Us, Career, Privacy Policy, Cyber Guidelines, dan Contact Us. Di bagian kanan bawah terlihat sederet simbol media sosial yang menampilkan berbagai akun media sosial Fortune Indonesia yang dapat dikunjungi dan diikuti.

Secara keseluruhan, navigasi website Fortune Indonesia relatif mudah digunakan untuk mencari informasi yang diinginkan.

Kategori dan Isi Berita

Website Fortune Indonesia memiliki 7 kategori berita yang terdiri dari: Market, Business, Finance, News, Tech, Sharia, dan Luxury.

Melek literasi keuangan
  • Market berisi berbagai berita terkait pergerakan dan prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
  • Business menampilkan segala berita terkait perkembangan bisnis, perusahaan, inovasi, dan profil tokoh.
  • Finance memuat segala berita tentang ekonomi, kebijakan Bank Indonesia (BI), pajak, perbankan, dan asuransi.
  • News berisi berita tentang politik, kesehatan, industri, energi, dan internasional.
  • Tech menampilkan berita tentang gadget, software, Artificial Intelligence (AI), aplikasi, dan teknologi terbaru.
  • Sharia memuat berbagai berita terkait ekonomi, investasi, dan perbankan syariah.
  • Luxury berisi berbagai berita tentang barang mewah, gadget, travel, hotel, dan kuliner.

Sesuai dengan kepentingan saya untuk melek literasi finansial, kategori berita yang saya butuhkan adalah Finance, News, Tech, dan Sharia.

Saya membaca beberapa artikel yang saya butuhkan dari keempat kategori tersebut. Bahasa yang digunakan sederhana tanpa banyak istilah keuangan yang njelimet . Isi dari artikel berisi poin-poin yang jelas sesuai dengan judul yang disajikan. Sumber berita atau artikel berasal dari sumber yang terpercaya sehingga saya tidak perlu khawatir akan hoaks.

Gambar pendukung dari artikel juga menarik dan mewakili isi artikel. Gambar yang digunakan memiliki kualitas yang baik dengan warna yang tidak mencolok.

Secara keseluruhan, saya suka dengan tampilan dan isi dari website Fortune Indonesia. Selain via website, informasi ekonomi keuangan juga dapat diakses melalui majalah Fortune Indonesia. Pada 14 September 2021, Majalah Fortune Indonesia Indonesia secara resmi dikeluarkan oleh Fortune Indonesia. Majalah ini memuat daftar 100 perusahaan terbesar di Indonesia. Dengan banyaknya fasilitas yang tersedia, semoga emak-emak segera melek literasi keuangan untuk keluarga Indonesia yang kuat!

Referensi:

www.fortuneidn.com

www.ojk.go.id

Pengalaman pribadi

- Article bottom ad -

25 COMMENTS

    • Gegara baca Fortune Indonesia, jd lebih aware dengan literasi keuangan sih ya mbak. Terutama berita tentang maraknya pinjol ilegal. Yang legal saja, seperti s*****paylater, entah ini termasuk kategori pinjol atau tidak, telat 1 hari dr jatuh tempo pembayaran bisa ditelpon sehari sampai belasan kali. Ini pengalaman pribadi adik sy sendiri sih. Tp udah kebayang sih seremnya kalo diterori terus apalagi sampai ditahap mengganggu orang terdekat yang kontak erat dgn kita.

  1. Betul nih agara #tidak terjerat pinjol, emak-emak kudu melek literasi agar terhindar dari godaan pinjol. Dan Fortune Indonesia bisa menjawab tantangan ini.

  2. Aku juga ibu rumah tangga, Mbak. Belakangan ini suka baca-baca juga di Fortune Indonesia. Sejak dengar berita pinjol dan banyak ibu-ibu yang jadi korban, kayaknya aku nggak boleh lengah lagi nih. Meski di rumah aja, tetap harus update berita terkini.

  3. Pengalaman yang mengerikan banget mengenai pinjol ini. Padahal saya tidak pernah mengajukan pinjaman tapi tiba-tiba saja ada tagihan yg masuk ke email saya. Sempat bingung dan marah sejak kapan saya pinjam uang segala.

  4. tips yang membedakan antara keinginan dan kebutuhan itu masih PR banget hihi…mudah2an dengan banyak baca yg penting dan berbobot seperti Fortune Indoensia, bisa jadi sarana untuk upgrade diri

  5. tips yang membedakan antara keinginan dan kebutuhan itu masih PR banget hihi…mudah2an dengan banyak baca yg penting dan berbobir seperti Fortune Indonesia, bisa jadi sarana untuk upgrade diri

  6. setuju nih sebagai emak-emak kita harus cakap literasi keuangan karena kitalah menteri keuangan dalam keluarga yang harus bisa bijak dalam mengatur/mengelola keuangan keluarga.
    Majalan Fortune Indonesia hadir agar kita semua bisa membaca dan mengetahui seputar ekonomi dan bisnis yang sedang berkembang, baca kisah inspirasi dari orang-orang yang terlebih dahulu meraih sukses.

  7. Setuju banget, Mbak. Emak-emak juga harus melek literasi keuangan. Dengan membaca Fortune Indonesia, kita bisa menambah wawasan dan informasi tentang literasi keuangan dengan cara yang menyenangkan.

  8. Sepakat, emak-emak nggak boleh gagap teknologi lagi, nggak boleh kurang informasi lagi terlebih terkait dunia bisnis & keuangan. Karena ini masalah sehari-hari juga sih. Apalagi makin banyak emak-emak yang terjun ke bisnis.

  9. Emak-emak jaman sekarang harus keren dong ya & melek literasi keuangan supaya bis amengelola keuangan keluarga dengan baik. Informasi tentang keuangan atau seputar bisnis bisa dibaca di fortune Indonesia untuk membuka wawasan

  10. Senneng bangett lah ada fortune di Indonesia. Jadi makin melek literasi keuangan. Aku sendiri udah pernah baca majalahnya tapi untuk akses webnya baru tahu ini mbaa. Yeeeyy seneng

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here